Thursday , August 24 2017
Home / Kehamilan / Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan
Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan
Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan

Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan

Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan
Bagaimana Terjadinya Proses Persalinan

Sebuah kehamilan pasti akan mengalami proses maka sebuah proses akan berakhir pada sebuah  persalinan sebuah kehamilan memerlukan proses yang berkisar selama 9 bulan bahkan ada yang kurang dari itu. Maka jika anda tengah hamil ada baiknya anda mengetahui mengenai bagaimana terjadinya proses persalinan sebab anda akan mempersiapkan apa yang perlu anda persiapkan kelak. Lebih baik bagi para calon ibu tahu cara atau proses dalam tahapan melahirkan atau persalinan seperti apa, sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan dengan baik segala halnya guna menghadapi proses melahirkan ini. Proses persalinan terbagi ke dalam  empat tahap yang perlu di lalui serta akan menjawab bagaimana terjadinya proses persalinan.

Tahapan dalam terjadinya proses persalinan secara umum bisa anda simak di bawah ini :

1. Kala I : Tahap Pembukaan

In partu (partus mulai) ini ditandai dengan adanya lendir bercampur darah yang keluar lender ini terjadi akibat serviks mulai membuka dan mulai mendatar. Dan darah tersebut berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena addanya pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka.

Pada saat seperti ini akan terbagi atas dua fase yang terjadi yaitu :

  • Fase LatenPada fase ini terjadi pembukaan serviks yang berlangsung secara lambat, sampai pada pembukaan sekitar 3 cm.
  • Fase aktifPada fase aktif ini akan terbagi lagi atas 3 subfase yaitu :
  1. Terjadinya akselerasi
  2. Steady dan
  3. Deselerasi

Tahap ini juga di sebut Kala I dan merupakan tahap terlama, dan tahap ini berlangsung sekitar 12 sampai 14 jam untuk kehamilan pertama dan 6 hingga 10 jam untuk kehamilan berikutnya.

Pada tahap ini mulut rahim akan menjadi tipis dan terbuka karena adanya kontraksi rahim secara berkala dimana kontraksi ini terjadi untuk mendorong bayi ke jalan lahir. Pada saat setiap ada kontraksi rahim, sang cabang bayi akan semakin terdorong ke bawah menuju dan mendekati jalan lahir atau rahim sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahirnya bayi.

Kala I persalinan lengkap terjadi ketika pembukaan jalan lahir berukuran menjadi 10 cm, yang berarti pembukaan tersebut telah sempurna dan bayi siap keluar dari rahim.

Pada waktu masa kala 1 ini sang ibu yang mau melahirkan akan bersiap memulai mengalami masa transisi dan masa ini menjadi masa yang di sebut -sebut paling sulit bagi ibu hamil sebab menjelang berakhirnya kala I, pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna sehingga terjadi kontraksi yang akan semakin sering dan semakin kuat frekuensinya. Dan pada saat ini anda mungkin akan mengalami rasa sakit yang amat hebat,  maka sebab itu kebanyakan wanita yang pernah mengalami masa inilah beranggapan bahwa ini merupakan masa yang paling berat.

Anda juga akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan terasa seperti ada tekanan yang sangat besar ke arah bawah, seperti ingin buang air besar. Menjelang akhir kala pertama ini kontraksi yang terjadipun semakin sering dan kuat dan apabila pembukaan jalan lahir sudah 10 cm itu berarti bayi siap di lahirkan dan proses persalinan memasuki kala II.

2. Kala II Tahap Pengeluaran Bayi

Ini merupakan fase pengeluaran bayi dimana pada kala pengeluaran janin ini rasa mulas mulai terkordinir, terasa lebih kuat, cepat dan lebih lama, kira – kira terjadi 2 sampai 3 menit sekali. Kepala janin akan mulai turun dan masuk ke ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot – otot dasar panggul yang secara reflektoris sehingga inilah yang menimbulkan rasa mengedan.

Anda serasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waku mengedan, kepala janin mulai kelihatan, vulva (bagian luar vagina) membuka dan perineum (daerah antara anus – vagina) meregang.

Dengan proses mengedan terpimpin, akan lahirlah kepala sang bayi dengan di ikuti oleh seluruh badan bayi maka dengan itu lahirlah seorang anak ke dunia. Sebagai seorang ibu atau wanita anda akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum (antara vagina dan anus). Daerah perineum memang memiliki sifat yang elastis tapi akan memungkinkan apabila seorang dokter atau bidan memperkirakan perlu di lakukan pengguntingan di daerah perineum (episiotomi) tersebut jika di perlukan sebab tindakan ini akan dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa daerah perineum akibat tekanan bayi yang akan keluar.

About admin

Check Also

Cara Menghindari Intoleransi Laktosa di Masa Kehamilan

Cara Menghindari Intoleransi Laktosa di Masa Kehamilan

Masa kehamilan merupakan masa yang seperti anda tau banyak sekali perjuangan dimana masa ini membuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *