Thursday , August 24 2017
Home / Kesehatan / Apa Penyebab Perut Buncit dan Resikonya?
Apa Penyebab Perut Buncit dan Resikonya
Apa Penyebab Perut Buncit dan Resikonya

Apa Penyebab Perut Buncit dan Resikonya?

Apa Penyebab Perut Buncit dan Resikonya
Apa Penyebab Perut Buncit dan Resikonya

Lemak di perut tidak hanya merusak penampilan Anda – terlalu banyak lemak juga berbahaya bagi kesehatan Anda. Lemak tubuh adalah timbunan kelebihan kalori yang Anda telah Anda konsumsi, yang tidak segera digunakan tubuh. Dalam artikel ini saya akan membahas lebih detil mengenai timbunan lemak pada perut.

Apa itu Lemak Perut ?

Menurut Harvard Medical School, lemak perut terdiri dari dua jenis.

Lemak subkutan (subcutaneous fat) adalah lemak yang terletak tepat di bawah kulit perut Anda – lemak yang lunak yang bisa anda sentuh dengan jari Anda.

Lemak Visceral (visceral fat) atau yang sering juga di sebut lemak intra – abdominal, adalah sebuah lemak yang posisinya terletak di bagian perut lebih dalam, di bawah dinding perut. Lemak visceral berkumpul di bagian jaringan di bawah otot perut Anda yang disebut dengan omentum. Ketika lemak yang terkumpul di omentum semakin bertambah, lemak akan menjadi tebal dan kencang.

Kebanyak orang memiliki sekitar 90 persen lemak subkutan dan 10 persen lemak visceral.

Faktor Penyebab

Faktor yang menentukan Anda lingkar perut yang besar dan tebal tergantung pada umur, gen, dan jenis kelamin Anda. Metabolisme Anda melambat seiring bertambahnya umur, menyebabkan penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh.

Menurut Weight Control Information Network, riset menunjukkan bahwa silsilah keluarga juga memiliki peran dalam kegemukan dan obesitas. Wanita yang sudah mempunyai anak lebih gampang menimbun lemak visceral daripada wanita yang belum. Dan juga, jika Anda lahir dengan berat yang dibawah standar, kemungkinan Anda menimbun lemak perut lebih besar di saat tua.

Faktor lainnya yang menyebabkan penimbunan lemak perut adalah gaya hidup sekarang ini yang kurang bergerak atau sering duduk, dan juga sering memakan makanan berlemak melampau batas yang diperlukan tubuh dan makanan berkalori tinggi tanpa dibarengi olahraga yang cukup. Stres juga dikatakan mempunyai pengaruh terhadap penimbunan lemak di perut Anda.

Wanita dan Lemak Perut

Untuk wanita yang post-menopause, perut buncit menjadi lebih bermasalah.Ketika seorang wanita pada usia melahirkan anak mengeluh tentang ukuran pinggang, paha dan lengannya, perubahan hormon dalam tubuh wanita tersebut mempunyai pengaruh terhadap bagaimana dan dimana lemak diproses dan disimpan.

Menurut MayoClinic.com, gen juga berpengaruh pada beberapa wanita dimana mereka lebih gampang menimbun lemak pada usia paruh baya. Tetapi, walaupun metabolisme yang menurun dan gaya hidup yang lebih sering duduk mempunyai pengaruh langsung terhadap kegemukan, hal ini tidak berpengaruh terhadap akumulasi lemak visceral pada tubuh Anda.

Harvard Medical School melaporkan hasil studi empat tahun yang dilakukan oleh Lousiana State University yang memeriksa wanita paruh baya yang dalam kondisi sehat. Selama studi,  semuanya mengalami peningkatan dalam jumlah lemak perut subkutan, tetapi hanya wanita menopause yang mengakumulasi lemak visceral.

Apa Resiko Akibat Timbunan Lemak di Perut?

Lemak perut tidak hanya berdiam diri di dalam perut. Peneliti menyatakan bahwa lemak perut adalah “organ” aktif di dalam perut Anda yang bisa mengeluarkan hormon dan zat inflamasi.

“Lemak Perut di perkirakan dapat dengan gampang memecah menjadi asam lemak, yang bisa mengalir secara langsung ke otot dan ke hati” kata Lewis Kuller, MD, DPH, seorang profesor epidemiology dari University of Pittsburgh School of Public Health.

Ketika ada kelebihan asam lemak di hati, mereka akan menyebabkan rangkaian reaksi perubahan – meningkatkan produksi LDL kolesterol “buruk” dan trigliserida. Ketika ini terjadi, insulin juga menjadi berkurang efektivitasnya dalam mengontrol gula darah.

Gula darah mulai tidak stabil. Lemak dan gumpalan mulai masuk ke aliran darah, yang akhirnya akan menyebabkan diabetes, penyakit jantung, dll.

Jadi, perut buncit merupakan indikator “sindrom metabolik”, suatu kelainan dimana terjadi peningkatan gula darah , tekanan darah dan trigliserida dan juga penurunan HDL kolesterol “baik”. Hal ini bisa mengarah pada penyakit jantung.

Cara Mengatasinya

Jika Anda ingin menghilangkan lemak perut, lakukanlah olahraga selama 30 menit sesering mungkin dalam satu minggu. Menurut Harvard Medical School, gerakan aerobik yang di kombinasikan degan latihan beban adalah cara terbaik untuk membakar lemak subkutan dan lemak visceral.

Makanlah diet yang seimbang, hindari makanan yang mengandung lemak trans dan fruktose yang tinggi, yang biasanya merupakan tersangka pembuat perut buncit.

Tidurlah yang cukup, hindari merokok, dan jika Anda adalah wanita paruh baya, jagalah mood Anda. Studi menunjukkan bahwa kemarahan, depresi dan stress berpengaruh terhadap akumulasi lemak visceral dalam perut Anda.

About admin

Check Also

Makanan Vitamin Otak

Makanan Vitamin Otak

Makanan merupakan kebutuhan paling esensial bagi manusia. Tanpa adanya makanan, maka manusia mungkin sudah punah. …

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *