Monday , September 25 2017
Home / Bercinta / Hubungan Intim Suami Istri Dalam Islam
Hubungan Intim Suami Istri Dalam Islam
Hubungan Intim Suami Istri Dalam Islam

Hubungan Intim Suami Istri Dalam Islam

Hubungan Intim Suami Istri Dalam Islam
Hubungan Intim Suami Istri Dalam Islam

Setelah anda menikah, tentunya anda akan melakukan hubungan intim dengan pasangan anda dengan berbagai tujuan. Salah satu tujuam terbesar adalah untuk memperoleh kepuasan batin. Namun, tentunya hubungan intim yang baik adalah hubungan yang di dasari dengan agama.

Khususnya dalam ajaran agama Islam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama melakukan hubungan intim. Seks pada hakikatnya diciptakan oleh Allah dengan tujuan yang baik dan merupakan suatu hubungan yang indah.

Namun, seks banyak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dalam ajaran agama Islam, seks diluar nikah disebut juga dengan berzinah. Dalam urusan hubungan seksual ini, ajaran agama Islam banyak mengajarkan cara-cara yang benar.

Meskipun sebagian dari anda mungkin berpendapat bahwa seks bisa dilakukan secara bebas tanpa mengikuti panduan apapun. Memang pendapat anda itu tidak salah, namun apa salahnya anda mengikuti ajaran agama agar mendapatkan pahala.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga memberi petunjuk yang sangat sempurna, beralas etika dan estetika Rabbaniyah. Ajaran Islam tidak pernah memberangus hasrat seksual. Ajaran agama Islam memberikan panduan lengkap agar hubungan seksual bisa dinikmari seriap muslim tanpa harus kehilangan ritme ibadahnya.

Menurut ajaran dalam agama Islam, berhubungan intim dengan lawan jenis yang sudah menikah adalah salah satu ibadah yang sangat di anjurkan agama dan mengandung nilai pahala yang sangat besar. Karena hubungan intim (Jima’) dalam ikatan nikah adalah jalan halal yang di sediakan Allah untuk melampiaskan hasrat batin insane dan menyambung keturunan bani Adam.

Rasullah SAW bersabda “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah”. Artinya apabila kita menggauli istri kita, maka kita melewati jalan halal yang disediakan oleh Allah dan akan memperoleh pahala yang besar.

Untuk lebih jelas mengenai hubungan intim suami istri dalam Islam, simaklah yang berikut ini.

1. Masa klimaks

Masa klimaks atau orgasme merupakan puncak kenikmatan dalam melakukan hubungan intim. Meskipun tidak semua hubungan seksual berujung pada orgasme, tetapi upaya dalam mencapai tahap ini adalah kewajiban. Dalam ajaran Islam, orgasme atau faragh yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri.

Orgasme atau faragh ini juga merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan, yaitu sakinah, mawaddah dan rahmah. Apabila salah satu pihak dalam hubungan intim tidak merasa puas, maka dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar.

Madharat yang dimaksud dalam konteks ini adalah perselingkuhan. Maka dalam hukum Islam, segala upaya dalam mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan adalah kewajiban.

Akan tetapi, kepuasan yang wajib diupayakan dalam berhubungan intim adalah kepuasan yang berada dalam batasan wajar manusia, adat dan agama. Tidak dibenarkan menggunakan dalih meraih kepuasan untuk melakukan seks-seks yang menyimpang, misalnya seks melalui dubur (sodomi) atau penggunaan kekerasan dalam seks (masokisme), baik secara fisik atau mental.

2. Ciuman

Seks bukan hanya identik dengan hubungan intim. Namun, sebenarnya berpelukan atau berciuman juga sudah termasuk dalam kategori seks. Unsur terpenting dalam mencapai faragh adalah pemanasan atau foreplay.

Hubungan intim suami istri dalam Islam juga memerlukan foreplay yang terbukti dapat membantu wanita lebih cepat mencapai faragh. Bahkan, sebelum anda melakukan hubungan intim, Nabi Muhammad SAW bersabda “Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu”. (HR At-Tirmidzi).

Rasullah SAW diceritakan dalam Sunan Abu Dawud, mencium bibir Aisyah dan mengulum lidahnya. Jadi, sebelum anda melakukan hubungan intim suami istri dalam Islam, sebaiknya anda melakukan foreplay atau pemanasan.

3. Posisi Ijba

Posisi ijba lebih dikenal dengan posisi doggy style. Posisi ini adalah posisi dimana laki-laki mendatangi perempuan dari arah belakang. Namun, masih banyak pro dan kontra dalam ajaran islam yang menyebutkan bahwa seks dalam posisi ini adalah dosa.

Namun, dalam ayat 233 Surah Al-Baqarah Imam Nawawi menjelaskan bahwa hubungan intim boleh di lakukan dari depan atau belakang, dengan cara menindih atau bertelungkup. Jadi, dapat di simpulkan bahwa posisi seperti ini di dalam ajaran agama Islam di perbolehkan.

Inilah uraian singkat mengenai hubungan intim suami istri dalam Islam. Semoga bermanfaat.

About admin

Check Also

Tahan Lama di Ranjang Dengan Ramuan Alami

Tahan Lama di Ranjang Dengan Ramuan Alami

Tahan lama di ranjang dalam melakukan hubungan seksual merupakan impian semua pasangan. Sering kali anda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *