Thursday , August 24 2017
Home / Kehamilan / 5 Cara Yang Dipakai dalam Praktek Aborsi dan Bahaya yang Ditimbulkannya
5 Cara Yang Dipakai dalam Praktek Aborsi dan Bahaya yang Ditimbulkannya
5 Cara Yang Dipakai dalam Praktek Aborsi dan Bahaya yang Ditimbulkannya

5 Cara Yang Dipakai dalam Praktek Aborsi dan Bahaya yang Ditimbulkannya

5 Cara Yang Dipakai dalam Praktek Aborsi dan Bahaya yang Ditimbulkannya
5 Cara Yang Dipakai dalam Praktek Aborsi dan Bahaya yang Ditimbulkannya

Sebuah aborsi memang di larang apalagi menurut agamm memang merupakan tindakan yang haram namun banyak sekali yang melakukan praktek aborsi secara illegal zaman sekarang ini. Sebuah tindakan aborsi sudah di larang oleh hokum sebab sama saja dengan membunuh. Berikut 5 cara yang dipakai dalam praktek aborsi dan bahaya yang di timbulkan agar anda memahami bahwa aborsi tidak hanya membunuh janin anda tetapi dapat juga membunuh anda.

1. Metode Penyedotan (Suction Curettage)

Salah satu dari 5 cara yang dipakai dalam praktek aborsi dan bahaya yang di timbulkan. Dimana metode penyedotan ini dilakkukan pada kehamilan 1 sampai 3 bulan pertama dalam kehamilan, Teknik inilah yang paling banyak dilakukan untuk mengaborsi kehamilan usia dini.

Dimana metode penyedoan ini dilakukan oleh mesin penyedot bertenaga kuat dengan ujung tajam yang dimasukkan ke dalam rahim lewat mulut rahim yang sengaja dimekarkan. Penyedotan ini akan mengakibatkan tubuh bayi yang ada dalam rahim anda berantakan sebab mesin ini menyedot dan menarik ari – ari (plasenta) dari dinding rahim.

Dimana setelah melakukan salah satu dari 5 cara yang dipakai dalam praktek aborsi dan bahaya yang di timbulkan akan mendapatkan hasil penyedotan berupa darah, cairan ketuban, bagian – bagian plasenta dan tubuh janin terkumpul dalam botol yang dihubungkan dengan alat penyedot ini.

Bahaya yang di timbulkan dari aborsi ini jika kurangnya Ketelitian dan kehati – hatian dalam melakukan metode ini adalah akan terjadi perobekan rahim dan dapat juga mengalami pendarahan hebat yang terkadang berakhir pada operasi pengangkatan rahim karena terjadi salah sedot. Dan dapat juga terjadi peradanga dengan mudahnya jika masih ada sisa – sisa plasenta atau bagian dari janin yang tertinggal di dalam rahim. Hal inilah yang paling sering terjadi yang dikenal dengan komplikasi paska-aborsi yang menyebabkan peradangan hebat.

2. Metode D&C – Dilatasi dan Kerokan

5 cara yang dipakai dalam praktek aborsi dan bahaya yang di timbulkan pada metode ke dua ini adalah di dalam teknik ini, mulut rahim dibuka atau dimekarkan dengan paksa untuk memasukkan pisau baja yang tajam. Pisau baja ini di masukan dan paa bagian tubuh janin akan dipotong secara berkeping – keping dan kemudian diangkat, sedangkan plasenta dikerok dari dinding rahim.

Akan keluarnya banyak darah selama dilakukannya metode maka resiko terjadinya perobekan rahim dan radang paling sering terjadi jika menggunakan metode aborsi . Komplikasi yang sering terjadi antara lain terjadinya perobekan dinding rahim yang dapat menjurus hingga ke kandung kencing anda.

3. PIL RU 486

Merupakan metode aborsi dengan menggunakan pil dimana di kalangan masyarakat pil ini dinamakan Pil Aborsi Perancis. Pada kunjungan pertama pada klinik pengawas aborsi menggunakan pil ini seorang wanita hamil tersebut diperiksa dengan seksama. Jika tidak ditemukan kontra – indikasi (seperti perokok berat, penyakit asma, darah tinggi, kegemukan, dll) maka ia akan diberikan pil RU 486.

4. Suntikan Methotrexate (MTX)

Metode ini sama dengan dengan penggunaan pil RU 486, hanya saja obat ini di berikan melalui suntikan ke dalam badan. MTX ini digunakan untuk menekan pertumbuhan pesat sel – sel,  dimana MTX ternyata menekan pertumbuhan pesat trophoblastoid – selaput yang menyelubungi embrio yang juga merupakan cikal bakal plasenta.

Trophoblastoid ini selain berfungsi sebagai sistim penyanggah hidup untuk janin anda yang sedang berkembang sebab ia merupakan sel pengambil oksigen dan nutrisi dari darah calon ibu serta membuang karbondioksida tetapi ternyata sel ini juga memproduksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin), yang memberikan tanda pada corpus luteum untuk terus memproduksi hormon progesteron yang berguna untuk mencegah gagal rahim dan keguguran.

Maka jika anda menggunakan obat ini akan memberikan dampak terjadinya sakit kepala, rasa sakit, diare, penglihatan yang menjadi kabur, dan yang lebih serius adalah depresi sumsum tulang belakang, kekurangan darah, kerusakan fungsi hati dan sakit paru – paru.

5. Metode Racun Garam (Saline)

Cara aborsi ini dilakukan dengan meracuni air ketuban dimana memasukan Jarum yang disuntikkan ke perut si wanita dan 50 – 250 ml (kira – kira secangkir) air ketuban dikeluarkan dan diganti dengan larutan konsentrasi garam. Maka janin akan mati serta efek yang ditimbulkan lainnya adalah kerusakan sistim syaraf sentral,  Serangan jantung mendadak, koma, atau kematian.

About admin

Check Also

Cara Menghindari Intoleransi Laktosa di Masa Kehamilan

Cara Menghindari Intoleransi Laktosa di Masa Kehamilan

Masa kehamilan merupakan masa yang seperti anda tau banyak sekali perjuangan dimana masa ini membuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *